BUDIDAYA DAN KEUNGGULAN PADI ORGANIK
METODE SRI (System of Rice
Intensification)
Pendahuluan
Pertanian
organik sebenarnya bukan hal yang baru, termasuk budidaya tanaman padi. Sudah
sejak dahulu nenek moyang kita membudidayakan padi tanpa bahan kimia yang saat
ini di istilahkan pertanian organik.
Namun, kini
beras organik dikatakan sebagai hal baru setelah puluhan tahun belakangan ini
padi hanya dibudidayakan secara non-organik. Pengaplikasian pestisida dan pupuk
kimia secara berlebihan pada pembudidayaan padi no-organik, maka berasnya pun
menganduing residu pestisida. Padahal residu ini sangat berbahaya bagi
kehidupan manusia, bahkan pembudidayaan non-organik itupun mengancam
kelestarian lingkungan.
Ditinjau
dari perhitungan ekonomis, pertanian non-organik makin tidak dapat di
pertanggungjawabkan karena harga sarana produksi pertanian sudah makin mahal.
Akibatnya hasil akhir berupa keuntungan petani pun semakin kecil atau bahkan
merugi.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kelestarian lingkungan sudah mendorong masayarakat pertanian untuk kembali kesistem pertanian organik, karena produk yang diharapkan bebas residu pestisida dan pupuk kimia. Selain ramah lingkungan, biaya untuk pertanian organikpun sangat rendah karena pupuk dan pestisida yang digunakan berasal dari alam sekitar petani. Bila dibeli harganya pun relative murah.Walaupun banyak keuntungan membudidayakan padi secara organik, masih banyak petani yang tidak tahu caranya, maka melalui tulisan ini kiranya dapat menjadi bahan informasi kepada petani agar terwujud budidaya padi secara organik.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kelestarian lingkungan sudah mendorong masayarakat pertanian untuk kembali kesistem pertanian organik, karena produk yang diharapkan bebas residu pestisida dan pupuk kimia. Selain ramah lingkungan, biaya untuk pertanian organikpun sangat rendah karena pupuk dan pestisida yang digunakan berasal dari alam sekitar petani. Bila dibeli harganya pun relative murah.Walaupun banyak keuntungan membudidayakan padi secara organik, masih banyak petani yang tidak tahu caranya, maka melalui tulisan ini kiranya dapat menjadi bahan informasi kepada petani agar terwujud budidaya padi secara organik.
Seiring
dengan berkembangnya teknologi maka banyak bermunuculan teknis penanaman padi
organik, salah satunya dengan Metode SRI (System of Rice Intensification)
.Budidaya padi organik metode SRI mengutamakan potensi lokal dan disebut
pertanian ramah lingkungan, akan sangat mendukung terhadap pemulihan kesehatan
tanah dan kesehatan pengguna produknya. Pertanian organik pada prinsipnya
menitik beratkan prinsip daur ulang hara melalui panen dengan cara mengembalikan
sebagian biomasa ke dalam tanah, dan konservasi air, mampu memberikan hasil
yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional.
1. 1novasi
metode SRI
SRI
adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan
produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan
unsur hara, terbukti telah berhasil meningkatkan produktifitas padi
sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%. Metode ini
pertama kali ditemukan secara tidak disengaja di Madagaskar antara tahun 1983
-84 oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis yang
lebih dari 30 tahun hidup bersama petani-petani di sana. Oleh penemunya,
metododologi ini selanjutnya dalam bahasa Prancis dinamakan Ie Systme de
Riziculture Intensive disingkat SRI. Dalam bahasa Inggris populer dengan nama
System of Rice Intensification disingkat SRI. Tahun 1990 dibentuk Association
Tefy Saina (ATS), sebuah LSM Malagasy untuk memperkenalkan SRI. Empat tahun
kemudian, Cornell International Institution for Food, Agriculture and
Development (CIIFAD), mulai bekerja sama dengan Tefy Saina untuk memperkenalkan
SRI di sekitar Ranomafana National Park di Madagaskar Timur, didukung oleh US
Agency for International Development. SRI telah diuji di Cina, India,
Indonesia, Filipina, Sri Langka, dan Bangladesh dengan hasil yang positif. SRI
menjadi terkenal di dunia melalui upaya dari Norman Uphoff (Director CIIFAD).
Pada tahun 1987, Uphoff mengadakan presentase SRI di Indonesia yang merupakan
kesempatan pertama SRI
dilaksanakan di
luar Madagaskar Hasil metode SRI sangat memuaskan. Di Madagaskar, pada beberapa
tanah tak subur yang produksi normalnya 2 ton/ha, petani yang menggunakan SRI
memperoleh hasil panen lebih dari 8 ton/ha, beberapa petani memperoleh 10 – 15
ton/ha, bahkan ada yang mencapai 20 ton/ha. Metode SRI minimal menghasilkan
panen dua kali lipat dibandingkan metode yang biasa dipakai petani. Hanya saja
diperlukan pikiran yang terbuka untuk menerima metode baru dan kemauan untuk
bereksperimen.
Dalam
SRI tanaman diperlakukan sebagai organisme hidup sebagaimana mestinya, bukan diperlakukan
seperti mesin yang dapat dimanipulasi. Semua unsur potensi dalam tanaman padi dikembangkan
dengan cara memberikan kondisi yang sesuai dengan pertumbuhannya.
2
. Prinsip-prinsip budidaya padi organik metode SRI
1. Tanaman
bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai (hss) ketika bibit masih
berdaun 2 helai
2. Bibit
ditanam satu pohon perlubang dengan jarak 30 x 30, 35 x 35 atau lebih jarang
3.
Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati
agar akar tidak putus dan ditanam dangkal
4.
Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) dan periode tertentu dikeringkan
sampai pecah (Irigasi berselang/terputus)
5. Penyiangan
sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
6. Sedapat mungkin menggunakan pupuk
organik (kompos atau pupuk hijau)
3.
Keunggulan metode SRI
1.
Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen
memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode
pengeringan sampai tanah retak ( Irigasi terputus)
2.
Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg/ha. Tidak memerlukan biaya
pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang dll.
3.
Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 - 12 hss, dan waktu panen akan lebih
awal
4.
Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton/ha
5.Ramah
lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan
mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan Mikro-oragisme Lokal), begitu
juga penggunaan pestisida.
4.
Teknik Budidaya Padi Organik metode SRI
1. Persiapan benih
![]() |
Benih
sebelum disemai diuji dalam larutan air garam. Larutan air garam yang cukup untuk
menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan
terapung.
Benih
yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan
tersebut. Kemudian benih telah diuji direndam dalam air biasa selama 24 jam
kemudian ditiriskan dan diperam 2 hari, kemudian disemaikan pada media tanah
dan pupuk organik (1:1) di dalam wadah segi empat ukuran 20 x 20 cm (pipiti).
Selama 7 hari. Setelah umur 7-10 hari benih padi sudah siap ditanam
2. Pengolahan tanah
![]() |
Pengolahan
tanah Untuk Tanam padi metode SRI tidak berbeda dengan cara pengolahan tanah
untuk tanam padi cara konvesional yaitu dilakukan untuk mendapatkan struktur
tanah yang lebih baik bagi tanaman, terhidar dari gulma. Pengolahan dilakukan
dua minggu sebelum tanam dengan menggunakan traktor tangan, sampai terbentuk struktur
lumpur. Permukaan tanah diratakan untuk mempermudah mengontrol dan
mengendalikan air.
3. Perlakuan pemupukan
![]() |
Pemberian
pupuk pada SRI diarahkan kepada perbaikan kesehatan tanah dan penambahan unsur
hara yang berkurang setelah dilakukan pemanenan. Kebutuhan pupuk organik
pertama setelah menggunakan sistem konvensional adalah 10 ton per hektar dan
dapat diberikan sampai 2 musim taman. Setelah kelihatan kondisi tanah membaik
maka pupuk organik bisa berkurang disesuaikan dengan kebutuhan. Pemberian pupuk
organik dilakukan pada tahap pengolahan tanah kedua agar pupuk bisa menyatu
dengan tanah.
4. Pemeliharaan
![]() |
Sistem
tanam metode SRI tidak membutuhkan genangan air yang terus menerus, cukup dengan
kondisi tanah yang basah. Penggenangan dilakukan hanya untuk mempermudah pemeliharan.
Pada prakteknya pengelolaan air pada sistem padi organik dapat dilakukan 3 sebagai
berikut; pada umur 1-10 HST tanaman padi digenangi dengan ketinggian air
ratarata 1cm, kemudian pada umur 10 hari dilakukan penyiangan. Setelah
dilakukan penyiangan tanaman tidak digenangi. Untuk perlakuan yang masih
membutuhkan penyiangan berikutnya, maka dua hari menjelang penyiangan tanaman
digenang. Pada saat tanaman berbunga, tanaman digenang dan setelah padi matang
susu tanaman tidak digenangi kembali sampai panen. Untuk mencegah hama dan
penyakit pada SRI tidak digunakan bahan kimia, tetapi dilakukan pencengahan dan
apabila terjadi gangguan hama/penyakit digunakan pestisida nabati dan atau
digunakan pengendalian secara fisik dan mekanik
5.
Pertanian Padi Organik Metode SRI dan Konvesional .
Sistem
tanam padi SRI, pada prakteknya memiliki banyak perbedaan dengan sistem tanam Konvensional
(Tabel 3)
![]() |
6.
Perbedaan Hasil Cara SRI dengan Konvensional
Kebutuhan pupuk organik dan pestisida
untuk padi organik metode SRI dapat diperoleh dengan cara mencari dan
membuatnya sendiri. Pembuatan kompos sebagai pupuk dilakukan dengan
memanfaatkan kotoran hewan, sisa tumbuhan dan sampah rumah tangga dengan
menggunakan aktifator MOL (Mikro-organisme Lokal) buatan sendiri, begitu pula
dengan pestisida dicari dari tumbuhan behasiat sebagai pengendali hama. Dengan
demikian biaya yang keluarkan menjadi lebih efisien dan murah.Penggunaan pupuk
organik dari musim pertama ke musim
berikutnya mengalami penurunan rata-rata 25% dari musim sebelumnya. Sedangkan
pada metode konvensional pemberian pupuk anorganik dari musim ke musim
cenderung meningkat, kondisi ini akan lebih sulit bagi petani konvensional
untuk
dapat
meningkatkan produsi apalagi bila dihadapkan pada kelangkaan pupuk dikala musim
tanam tiba. Pemupukan dengan bahan organik dapat memperbaiki kondisi tanah baik
fisik, kimia maupun biologi tanah, sehingga pengolahan tanah untuk metode SRI
menjadi lebih mudah dan murah, sedangkan pengolahan tanah yang menggunakan
pupuk anorganik terus menerus kondisi tanah semakin kehilangan bahan organik
dan kondisi tanah semakin berat, mengakibatkan pengolahan semakin sulit dan
biaya akan semakin mahal
Tabel.4.
Analisa Usaha Tani Cara Konvensional dan metode SRI setelah musim
ke 2 dalam 1 ha
7.
Manfaat Sistem SRI
Secara
umum manfaat dari budidaya metode SRI adalah sebagai berikut
1. Hemat air (tidak digenang),
Kebutuhan air hanya 20-30% dari kebutuhan air untuk cara
Konvensional
2.
Memulihkan kesehatan dan kesuburan tanah, serta mewujudkan keseimbangan ekologi
tanah
3.
Membentuk petani mandiri yang mampu meneliti dan menjadi ahli di lahannya
sendiri. Tidak tergantung pada pupuk dan pertisida kimia buatan pabrik yang semakin
mahal dan terkadang langka
4.
Membuka lapangan kerja dipedesaan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan
keluarga petani
5.
Menghasilkan produksi beras yang sehat rendemen tinggi, serta tidak mengandung
residu kimia
6. mewariskan tanah yang sehat untuk
generasi mendatang
8.
Kesimpulan
Metode SRI menguntungkan untuk petani,
karena produksi meningkat sampai 10 ton/ha, selain itu karena tidak
mempergunakan pupuk dan pestisida kimia, tanah menjadi gembur, mikroorganisme tanah
meningkat jadi ramah lingkungan. Untuk mempercepat penyebaran metode SRI perlu
dukungan dengan kebijakan pemerintah pusat
maupun
daerah.
DAFTAR PUSTAKA
Mutakin,
Jenal.2014.Padi Organik,[online],http://www garutkab.go.id /download _files
/artic le/ARTIKEL%20SRI.pdf,diakses
25 Desember 2014





Borgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City - MapYRO
BalasHapusCompare reviews, photos 고양 출장샵 and cheap Uber 당진 출장샵 price guarantee 의정부 출장마사지 from MapYRO. 경산 출장샵 Borgata Hotel Casino & Spa, 울산광역 출장마사지 Atlantic City. MapYRO users.